Idul Fitri Momen Lupakan Perbedaan Pemilu, Sutarmidji Damba Kalbar Harmonis

oleh

Idulfitri Momen Lupakan Perbedaan Pemilu, Sutarmidji Damba Kalbar Harmonis

PONTIANAK – Gubernur Kalbar Sutarmidji mengajak umat Islam yang menjalani ibadah puasa, agar dapat mengimplementasikan makna puasa dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya ibadah puasa memang syarat akan pelajaran dan hikmah yang harus dipetik setiap Muslim yang menjalankannya.

“Ibadah puasa itu sarat dengan pelajaran yang jika diikuti dalam kehidupan sehari-hari akan menjadikan seorang Muslim dan Muslimah muttaqin,” ucap Sutarmidji saat diwawancarai, Senin (3/6/2019).

Menurutnya setiap orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai tuntunan akan melahirkan seseorang yang dalam kesehariannya seperti pelita diwaktu gelap dan air di waktu dahaga.

“Bagi orang yang berpuasa karena taat pada Allah, maka mereka akan jadi insan yang bersih di hari Idulfitri ini. Dalam kehidupan sehari hari sebagai warga negara, maka akan terbentuk masyarakat yang disiplin, peduli sesama, selalu berbuat baik, menghormati orang lain, siapapun dia dan apapun etnis dan agamanya,” tegas Midji.

Lanjut disampaikannya dengan menteladani hikmah berpuasa akan tercipta kehidupan yang harmonis dan bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat mensejahterakan masyarakat.

“Idulfitri juga memberikan kita pelajaran untuk bisa berbagi dan menghormati hak orang lain yang ada pada kita, seperti zakat. Mari di momentum Idulfitri kita evaluasi diri kita, lingkungan dan daerah kita. Lakukan apa yang terbaik untuk daerah dan bangsa ini. Disiplin dan taat pada aturan sebagaimana ketika seseorang yang menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Mempawah, Hj Erlina mengajak masyarakat Kabupaten Mempawah untuk kembali bersatu padu, saling bergandengan tangan, dan mempererat tali silaturahmi saat Idulfitri kali ini.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar melupakan segala perselisihan selama Pemilu 2019, baik itu dalam Pileg maupun Pilpres.

“Di bulan suci Ramadan dan hari yang Fitri nanti, mari kita kembali bersatu, jaga keutuhan NKRI. Lupakanlah perselisihan saat Pileg maupun Pilpres kemarin,” ujarnya.

Terakhir, Hj Erlina yang saat ini sedang melaksanakan ibadah umroh mengucapkan selamat merayakan Idulfitri 1440 H kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah. “Jangan lupa untuk saling bermaaf-maafan di bulan suci Ramadan ini,” pungkasnya.

Momen Perekat
Pada momen hari raya Idulfitri ini, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, mengajak masyarakat, khususnya di Kubu Raya untuk menjadikan sebagai momen perekat.

Menurut Muda, suasana kekeluargaan pada moment Idul Fitri dapat memeberikan rasa tenang, apalagi pada masa usai pemilu yang sempat menimbulkan ketegangan beberapa pihak, beberapa waktu yang lalu.

“Biar gimanapun, suasana kekeluargaan itu lebih memberikan rasa tenang, ndak ada merasa cemas, jadi supaya semua merasa tenang, bahagia,” ungkapnya, Senin (3/5).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak melakukan silaturahmi, terutama untuk memberikan contoh yang baik bagi generasi muda.

Muda juga mengungkapkan, setelah melakukan safari Ramadan di beberapa daerah di Kubu Raya, selama bulan puasa, ia semakin optimis terhadap modal sosial yang dimiliki masyarakat Kubu Raya.

Meskipun beragam, masyarakat di Kubu Raya punya nilai toleransi yang baik terhadap sesama masyarakat yang memiliki perbedaan, baik suku maupun agama.

“Kalau di desa, saya kira suasananya sangat nikmat meskipun ada yang belum beruntung secara ekonomi, tapi solidaritasnya berjalan dengan baik. Solidaritas dalam arti membantu yang lemah, dimana hal itu berjalan baik, begitu juga dari sisi gotong-royong,” ungkapnya.

Ia mengatakan, hal ini sesuai dengan visi-misi Kubu Raya, yaitu bahagia dan religius. Muda juga berharap agar para aparat birokrasi dari tingkat atas hingga yang di tingkat desa dapat memberikan pelayanan yang membahagiakan masyarakat.

Dengan religius itu dapat menjadi nilai perekat, tak hanya bagi sesama, tetapi juga dengan yang memiliki keyakinan berbeda.

Momen Idulfitri ini juga diharap Muda dapat menjadi perekat antara petugas birokrasi dengan masyarakat, menjadikan sebagai momen untuk lebuh saling mengenal. Tak lupa, Muda juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri bagi seluruh masyarakat Kubu Raya yang merayakan.

“Semoga di momen nan Fitri ini kita bisa jalin silaturahmi, dan jadi perekat bagi seluruh masyarakat Kubu Raya,” katanya.

Bupati Kayong Utara, Citra Duani, mengajak masyarakat kembali bersatu menjelang hari raya Idulfitri 1440 Hijriah.

Citra mengimbau masyarakat untuk melupakan segala perselisihan maupun perbedaan pada Pemilu maupun Pilkada beberapa waktu lalu. Idulfitri, kata Citra, adalah momentum yang paling tepat untuk merajut kembali tali silaturahmi dengan sesama.

“Pesta demokrasi telah usai, sudah saatnya kita bersatu kembali, mempererat silaturahmi, kita rapatkan barisan,” kata Citra.

Di samping itu, Citra juga mengajak para calon legislatif (Caleg) yang berkompetisi pada Pemilu beberapa waktu lalu untuk saling berangkulan. Ia berharap, baik Caleg yang berhasil menang maupun yang belum terpilih tidak saling menyimpan dendam.

Citra pun berharap para kandidat yang berhasil terpilih tidak lantas berbusung dada. Dia berharap para Caleg terpilih dapat melaksanakan amanah masyarakat dan tanggungjawabnya sebaik mungkin. “Dalam politik tidak boleh ada dendam. Semuanya harus bisa menjadi panutan bagi masyarakat,” imbuh Citra.

Di kesempatan itu, Citra lantas mengucapkan selamat Idul Fitri kepada masyarakat yang merayakan. Lewat hari raya Idul Fitri ini, Citra juga mengajak masyarakat untuk saling menjaga hubungan baik antar umat beragama.

“Melalui momen Lebaran ini kita pererat tali silaturahmi kita untuk bersama-sama membangun daerah,” ucap Citra.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengucapkan selamat Idulfitri untuk masyarakat Pontianak yang merayakannya. Momentum Hari Raya Idulfitri menurutnya harus diambil hikmahnya. Idulfitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam yang telah sebulan melaksanakam ibadah puasa.

“Selamat Lebaran untuk seluruh warga Pontianak yang merayakan. Jadikan mementum lebaran ini untuk saling bersilaturahmi antar satu dengan yang lainnya,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Ia menegaskan momentum Idulfitri adalah momen untuk merajut kembali silaturahmi antarkeluarga, teman, tetangga dan sebagainya dengan saling mengunjungi. Lebaran tahun ini, merupakan lebaran pertama setelah dirinya dilantik sebagai Wali Kota Pontianak.

Tahun ini, Edi Kamtono juga melakukan open house di rumah jabatan Wali Kota Pontianak, yang beralamat di Jalan Abdurrahman Saleh (BLKI) Nomor 58, digelar dua hari. Hari lebaran pertama, Rabu (5/6) mulai pukul 13.00 WIB-21.00 dan kedua, Kamis (6/6) mulai pukul 09.00-21.00.

Ia berharap dengan berpuasa dan mengeluarkan zakat setiap umat Islam kembali Fitri atau suci kembali.

Di kesempatan terpisah, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri 1440 H kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang.

Chui Mie mengajak semua masyarakat untuk saling menghargai dan menghormati serta menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan saat merayakan Idulfitri nantinya.

Ia juga mengajak masyarakat baik yang merayakan Idulfitri maupun tidak untuk bersama-sama menjaga keharmonisan di Kota Singkawang.

“Pada masyarakat yang merayakan dan tidak merayakan, mari kita jaga keamanan, keharmonisan dan kenyamanan di Kota Singkawang,” ajak Chui Mie.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1440 H, serta mohon maaf lahir dan batin. “Semoga dengan merayakan Idulfitri semakin diperkuat iman dan mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir SH, mengucapkan selamat hari raya Idulfitri ke 1440 H tahun 2019, kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu yang merayakannya.

“Semoga bulan suci Ramadan selama satu bulan ini, menjadi ladang amal bagi masyarakat yang melaksanakannya. Serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas, Bupati mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. “Semoga amal dan ibadah kita selama bulan suci ramadhan tahun 2019, dicatat oleh Allah SWT,” ucapnya.

Terpenting lagi adalah, setelah pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Presiden pada tanggal 17 April 2019, di momentum hari raya Idulfitri ini, Abang Muhammad Nasir mengajak seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk kembali bersatu. “Lupakan beda pendapat dan persilihan pasca Pemilu,” ujarnya.

Hari ini sudah memasuki H-2 lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah, sebelum meninggalkan Kota Sintang untuk merayakan lebaran bersama keluarga di Kuala Lumpur, Malaysia, Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan beberapa pesan bagi masyarakat Kabupaten Sintang.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya dokter Jarot Winarno, Bupati Sintang atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Sintang mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah. Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin,” ujar Jarot.

Menurut Jarot, momentum perayaan Idulfitri setiap tahunnya tentu berdampak pada aktivitas di Kabupaten Sintang yang sepi.

Sebab sebagian masyarakat yang berdomisili di Kota Sintang juga berasal dari kecamatan dan ada juga yang berasal dari kabupaten lain dan provinsi lain.

“Jadi pesan saya yang meninggalkan rumahnya untuk berlebaran di tempat lain tolong betul-betul dijaga kediamannya. Paling tidak titip dengan tetangga, matikan peralatan-peralatan elektronik, pakai lampu seperlunya saja untuk menerangi yang di sebelah luar saja,” pesan Jarot.

Bupati Sekadau, Rupinus menilai banyak hikmah yang dapat diambil dari ibadah puasa selama bulan ramadan.

“Puasa ini mengandung didikan memperkuat mental dan spiritual serta memperteguh kesabaran pada saat berpuasa dengan berusaha menahan haus dan lapar. Sehingga diharapkan puasa ini juga dapat menjadikan sehat jasmani dan rohani,” ujar Bupati.  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!