Malam Penganugerahan Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan (BOCS) 2019

oleh

Malam Penganugerahan Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan (BOCS) 2019

Citizen Reporter 
Petrus Kanisius
Yayasan Palung 

KETAPANG – Menjelang berbuka puasa bersama, Yayasan Palung melaksanakan acara malam penghargaan atau penganugerahan bagi enam Penerima Beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan atau Bornean Orangutan Caring Scholarship (BOCS) 2019, Jumat (17/05/2019).

Ke-enam penerima BOCS 2019 akan melanjutkan kuliah di Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak.

Mereka adalah Fransiska Suhaimi dari SMA St. Petrus Ketapang yang rencananya akan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Sosiologi.

Lalu Monica Sri Payu dari SMAN 1 Sungai Laur yang akan kuliah di FKIP, jurusan Pendidikan Sosiologi.

Selanjutnya Gusti Irawan dari SMAN 1 Sandai dan Peri dari SMAN 1 Sungai Laur akan kuliah di Fakultas Hukum. Kemudian Ahmad Albab dari SMK Al-Aqwam Sukadana akan kuliah di Fahutan jurusan Kehutanan.

Serta Gilang Ihsan Pratama dari SMAN 3 Simpang Hilir yang akan kuliah di FMIPA, jurusan Sistem Komputer.  

Adanya Program BOCS ini merupakan bentuk kerjasama Yayasan Palung (YP) dan Orang Utan Republik Faundation (OURF).

Penerima BOCS 2019 merupakan angkatan ke-8 setelah dimulai sejak 2012. Hingga saat ini sudah ada 37 orang penerima BOCS di Kalimantan Barat.

“Setiap tahunnya kita menyediakan 6 penerima beasiswa BOCS. Kita selalu berusaha dan berharap di tahun-tahun mendatang ada tambahan jumlah kuota untuk beasiswa ini dengan syarat ada yang mau bersama-sama terlibat dan membantu donasi untuk program ini,” ujar Presiden Orang Utan Republik Faundation (OURF), Gary L. Shapiro

“Beasiswa Peduli Orangutan sangat penting bagi generasi penerus karena bisa membantu masyarakat di wilayah Sumatera dan Kalimantan sebagai tempat atau habitat dari Orangutan. Kita sangat perlu untuk menciptakan dan mencetak generasi yang sadar, mau dan mampu peduli pada lingkungan secara khusus kepada orangutan sebagai primata yang keberadaanya saat ini semakin terancam punah dan habitatnya berupa hutan yang kian terhimpit akibat pembukaan hutan skala besar,” katanya melanjutkan.

Gary juga dalam presentasinya menjelaskan terkait program BOCS ini menjadi kekuatan untuk dunia konservasi.

Sementara itu, Direktur Yayasan Palung, Victoria Irene Gehrke, mengatakan, pihaknya sangat senang menyambut mahasiswa BOCS baru dan keluarga.

“Yang bergabung tidak hanya dengan dunia akademik tetapi juga dunia konservasi lingkungan. Ini adalah bab baru untuk semua orang dan kami sangat bersemangat untuk menyambut, mendukung dan menantang siswa untuk memenuhi potensi mereka dan melampaui harapan kami untuk mereka. Melalui keterlibatan dan pendidikan masyarakatlah kita akan mencapai tujuan konservasi kita, dan BOCS menggabungkan keduanya dengan cara terbaik,” tuturnya.

Pernyataan itupun ditimpali Manager Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, Mariamah Achmad.

Ia mengatakan, program beasiswa BOCS tersebar di beberapa wilayah. 

Seperti di Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

“Artinya penerima program beasiswa ini di seluruh wilayah tersebut selalu bertambah 20 orang setiap tahunnya. Tahun ini merupakan tahun kedelapan untuk penerima beasiswa di Kalimantan Barat, sedangkan di Sumatera adalah tahun ke 14 dengan jumlah keseluruhan telah menjangkau 150 orang penerima beasiswa,” terangnya.

Enam Penerima beasiswa berkomitmen untuk berkontribusi terhadap lingkungan sekitar terutama kepada hutan dan orangutan setelah mereka selesai menempuh pendidikan dan menjalankan dunia kerja.

Dalam rangkaian acara malam penganugerahan penerima beasiswa peduli orangutan Kalimantan hadir pula tamu undangan seperti orangtua atau wali dari keenam penerima beasiswa dan perwakilan dewan juri saat seleksi beasiswa.

Selain itu, hadir pula mitra kerja Yayasan Palung seperti BTNGP, Yayasan ASRI, YIARI, AID Environment, FFI, Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Badan Litbang Daerah dan Relawan Tajam.

Semua rangkaian acara malam penganugerahan beasiswa peduli orangutan Kalimantan berjalan sesuai rencana.  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!