Berikut Program 100 Hari Ketua Umum Asperindo | Pontianak Uri.co.id

Pontianak Uri.co.id

Menu

Berikut Program 100 Hari Ketua Umum Asperindo

Foto Berikut Program 100 Hari Ketua Umum Asperindo

pontianak.Uri.co.id, PONTIANAK – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), Mohamad Feriadi dalam Program Kerja 100 hari DPP Masa Bakti 2016-2020 kepemimpinannya akan meningkatkan sistem informasi dan teknologi guna menjawab tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Munas IX dan penyusunan struktur organisasi sudah terlaksana dan rampung serta disampaikan kepala segenap perusahaan anggota, DPW, DPD dan korwil.

Ia mengatakan ingin melakukan program-program peningkatan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (IT) sebagai penyediaan platform untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan best practice antar anggota Asperindo di seluruh Indonesia.

Di bidang pemerintahan dan kelembagaan, Feriadi mengatakan sudah mengusulkan klarifikasi perizinan baik nasional, provinsi, kabupaten serta kota. Adapun program tersebut ia katakan masih dalam proses. Sedangkan dalam koordinasi penyesuaian izin kolektif saat ini sedang dilaksanakan dan diperjuangkan agar izin-izin eks pemda dapat disesuaikan.

Dalam kepemimpinannya selama empat tahun ke depan, Feriadi didampingi oleh Wakil Ketua, Budi Paryanto, perwakilan dari Dinamika Lintas Buana, Sekretaris Jenderal Amir Syarifuddin perwakilan dari Trans Anugerah Logistik, dan Bendahara Umum Benny Pribadi perwakilan dari Sinarmas Pelangi.

Ia komit akan menjalankan dan mengejar program kerja hingga 2020 mendatang. Bersama pengurus DPP Asperindo yang baru, Feriadi juga melakukan kunjungan ke daerah-daerah untuk mengumpulkan data-data penting dari seluruh anggota.

Langkah ini ia akui akan dilakukan untuk memperkaya database sehingga Asperindo dapat menjadi sumber informasi bagi pihak di dalam negeri maupun internasional.

Terkait adanya perubahan beberapa peraturan bea cukai baik manifes maupun barang kiriman, ia menyusul kan mengikuti immediate release guideline dari WCU atau Word Custom Organization. Selain itu, usulan lainnya mengajukan batasan nilai barang bukan USD tapi 1.500 tapi USD 10.000 serta mengusulkan menghapus kategori barang dagangan dan bukan barang dagangan.

Terkait IT dan media komunikasi akan dilakukan pemutusan kerjasama dengan PT Matair karena biaya pengeluaran terlalu besar sementara dukungan dari iklan dan perusahaan anggota sangat minim. Pihaknya berupaya bekerjasama dengan vendor lain yang lebih layak, khususnya didalam menekan cost.

“Saat ini ia mengatakan ada sekitar 30.000 unit kantor pusat, cabang, agen dan gerai. Sedangkan pekerjanya ada sekitar 2,5 juta orang yang terserap. Market industri jasa kiriman berkisar Rp 100 – Rp 200 triliun. 5 hingga 10 persen adalah dari pasar logistik secara keseluruhan. Adapun frost sullivan pasar logistik nasional Indonesia Rp 2.105 triliun sesangkan market Asperindo kurang lebih berkisar Rp 50 persen,” ujarnya. (uri/ola/ompas/YR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Pontianak Uri.co.id