Pemuda Pontianak Sutradarai Film 2 Batas Waktu | Pontianak Uri.co.id

Pontianak Uri.co.id

Menu

Pemuda Pontianak Sutradarai Film 2 Batas Waktu

Foto Pemuda Pontianak Sutradarai Film 2 Batas Waktu

pontianak.Uri.co.id, PONTIANAK – Tu7uh rumah produksi menggelar nonton bareng film produksi perdananya yang berjudul 2 Batas Waktu ‘Amanah Isa Al-Masih’ di Canopy Center, Jl Purnama, Pontianak, Sabtu (4/6/2016) dan Minggu (5/6/2016).

Hadir dalam nonton bareng tersebut, sutradara, Rudiansyah dan editor, Bayu Prastyono. Kedua pemuda asal Pontianak inilah yang melatarbelakangi produksi Film2 Batas Waktu “Amanah Isa Al-Masih”

Nonton bareng tersebut digelar dalam tiga sesi penayangan film, yakni sesi pertama pada pukul 15.00 WIB, sesi kedua pukul 19.00 WIB dan ketiga pada pukul 21.00 WIB.

Sutradara film 2 Batas Waktu “Amanah Isa Al-Masih”, Rudiansyah menguraikan sinopsis dari film bergenre Drama Religi ini.

Dalam film yang mengisahkan seorang anak yang terlahir dari keluarga muslim, Tiara diperankan Irish Bella. Yang merupakan seorang mahasiswi namun juga bekerja sebagai pekerja hiburan.

Meski demikian, kehidupan beragama di keluarganya tidak cukup mendalam. Berbagai pertanyaan selalu hadir menguji keimanannya. Dalam perjalanan semasa hidupnya, dari kecil Tiara memang tampak berbeda seperti anak anak yang lain, dikarenakan ia selalu berkomunikasi dengan sosok lain.

Keanehan tiara semakin meningkat, saat dibangku kuliah ia mulai mendapatkan petunjuk berupa cahaya yang melesat masuk ke jiwanya.

Setahun kemudian Tiara pun tergoda untuk berbuat hal yang tidak baik demi kebutuhan ekonomi, ia menyadari adanya sosok lain yang selalu mendampingi dirinya, tiara semakin merasa risih dan terganggu karena ia ingin hidup normal seperti orang lain.

“Akan tetapi sosok tersebut sebenarnya tidak mengganggu, tapi justru selalu melindungi dan menjaganya dari kejahatan yang akan menimpanya persis di dalam surat Ar- Ra’d ayat 11,” ujar Rudi, Minggu (5/6/2016).

Lanjutnya, saat semakin ragu akan keyakinannya, Tiara mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Dengan menembus dimensi lain dan bertemu 5 orang rasul.

Setelah pertemuan tersebut, ia membawa amanah Isa Al-Masih untuk disampaikan kepada seluruh umat. Ia pun mencoba menyampaikan amanah tersebut kepada teman temannya seperti Nona (Cindy Christian ), Nugroho (Artha Pratama ) dan Julian ( Christopher Rizky), tetapi mereka tidak mempercayai dengan apa yang dialami oleh tiara.

Mereka menganggap tiara memiliki ganguan kejiwaan, kejadian tersebut membuat tiara semakin depresi karena tidak ada seorangpun yang percaya dan mendengarkan amanah yang dia dapatkan.

8 tahun kemudian, Tiara melihat fenomena pesawat Zukhoi air yang meledak dan jatuh, Andra (Mehdi Zati) Suami Tiara Dewasa (Sandra Olga), kaget dengan apa yang dilihat oleh istrinya, lalu Andra berinisiatif membawa tiara bertemu Ustaz Ibnu untuk menerjemahkan keadaan yang sedang terjadi.

Ustad Ibnu percaya Tiara memiliki kemampuan interdimensional dan mampu menembus 2 batas waktu dan pernyataan dari Ustaz Ibnu membawa Tiara mengingat kembali perjalan hidupnya.

“Film ini berbicara mengenai perjalanan spiritual Tiara dalam menemukan keyakinan ketuhanannya. Tiara yang hidup dalam gemerlap dunia hiburan justru merasa kosong dan gamang dalam keyakinan spiritualnya. Berbagai kejadian yang dialaminya membawa pada proses pencerahan dan keimanannya,” jelasnya.

Rudi menjelaskan, dari film ini, penonton dapat menarik pesan yang disampaikan yakni, hidup hanya bergantung atau berserah diri kepada Allah SWT.

“Alquran adalah petunjuk yang benar, apapun agamamu bacalah kitab masing masing beserta terjemahannya untuk mendapatkan petunjuk menuju jalan yang lurus,” ujarnya,

Kemudian, jangan memandang rendah terhadap orang lain, karena dihadapan Allah belum tentu kita yang paling mulia. Selain itu, akal manusia ada batasan tapi bagi Allah tiada yang mustahil.

Ada tiga pemeran yang berbeda yang memerankan sosok Tiara. Yakni mulai dari Tiara kecil diperankan oleh Noura Naeva. Ia memerankan sosok Tiara kecil yang periang, dan tidak pernah sendiri karena ada sosok yang selalu mengajaknya bermain.

Kemudian Irish Bella berperan sebagai Tiara remaja yang berstatus janda muda, dan penuh kecerian mempunyai iman yang kuat walaupun masih sedikit belum bijak dalam mengambil keputusan.

Dengan sifat emosional yang meledak ledak ia berkembang menjadi sosok wanita yang amat tegar. Kemampuan interdimensional yang baru ia dapatkan mewarnai perjalanan menuju cobaan cobaan yang begitu dahsyat dalam usia yang cukup muda.

Selanjutnya, pemeran Tiara dewasa diperankan oleh Sandra Olga, menampilkan sosok Tiara dewasa yang baru menikah untuk kedua kalinya.

Sifat emosionalnya yang tinggi dikarenakan ia memendam masa lalu yang cukup mengecewakan dan tidak ada seorang pun yang mengerti tentang apa yang ia rasakan. Akan tetapi kemampuan interdimensional menjadikan dirinya mampu membaca fenomena fenomena yang akan terjadi.

Film ini mendeskripsikan sosok Tiara, yang menggambarkan satu diantara wanita Indonesia yang menjunjung tinggi pendidikan sambil berjuang menghidupi anaknya.

Walaupun ia berada di tengah hingar bingar kota, dan lajunya arus pergaulan bebas. Dengan prinsip hablum minanas (hubungan dengan sesama manusia) dan hablum minallah (hubungan dengan Allah) ia tidak memilih dalam bergaul.

Akan tetapi Tiara memiliki iman yang cukup tangguh karena perjalanan spiritual yang telah ia alami. Tiara memang tidak memakai atribut agama, akan tetapi sikap kesehariannya tanpa disadari menunjukan nilai nilai dasar agama Islam (ajaran keselamatan) yaitu cinta, kasih dan berserah diri.

Tiara mendapatkan kemampuan untuk menembus dimensi lain, bisa melihat masa depan dan masa lampau, kemampuan tersebut dinamakan interdimensional.

“Bukan hanya Tiara yang mendapatkan (merasakan) Hidayah tersebut. Akan tetapi banyak sekali di berbagai belahan dunia ini yang mendapatkan hidayah tersebut. Salah satunya colton burpo anak seorang pastur (Nebraska, United State )dan juga akiani kramarik seorang pelukis spiritual yang menggambarkan Isa Al-Masih (Mount Morris, New York),” papar Rudi.

Pertanyaan pertanyaan yang Tiara simpan sejak kecil adalah pertanyaan dasar pengetahuan dalam mulai menjalankan proses keyakinan (iman), hingga ia mendapatkan jawaban (kesempatan) dalam bentuk rasa yang paling dalam.

Sosok yang mejaga tiara merupakan isyarat untuk ia kejalan lurus, dan takwa kepada Allah di dalam surat Ar-Rad 13:11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia,” ucap pria yang juga mensutradarai film Dokumenter Peace 360.

Selain itu, menurut Rudi, hal ini diperkuat pula oleh surah Adz-Dzariyat: 56 “Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”.

Pandangan umum masyarakat sosial di era informatika (sahabat dan keluarga tiara) tentang perjalanan rasa yang dialami tiara dianggap keluar dari logika. karena perjalanan rasa terkadang bisa sangat dimengerti oleh orang yang juga merasakan perjalanan tersebut.

Sebagian orang mengerti tentang gula itu manis, tapi orang yang lebih mengerti gula itu manis ketika ia merasakan gula tersebut.

“Yang Tiara alami bukan khayalan tapi keyakinan yang nyata,” sambungnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Rudi menerangkan bahwa film yang disutradarainya ini belum dapat dinikmati di bioskop di Pontianak, namun justru dapat ditonton di bioskop di Singkawang. (uri/urwodarminto/P)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Pontianak Uri.co.id